HOLLANDSE
Photograph by me
Talent by Dewanti
Makeup Artist by Bubah Alfian
Wardrobe by FOREPLAY d’rumah Fashion & Costume
Gear: Sony DSLT A77

HOLLANDSE

Photograph by me

Talent by Dewanti

Makeup Artist by Bubah Alfian

Wardrobe by FOREPLAY d’rumah Fashion & Costume

Gear: Sony DSLT A77

Undangan Pernikahan via Facebook - Kemajuan Teknologi Membuat Etika Tradisional Terkikis

Undangan Pernikahan via Facebook

Satu lagi bukti lunturnya nilai etika tradisional yaitu tentang fenomena undangan pernikahan via Facebook. Sejak Facebook menjadi tren di Indonesia maka seolah-olah segalanya bisa diselesaikan melalui Facebook, Salah satunya adalah undangan pernikahan. Sependek pengetahuan saya ada dua cara dalam mengundang pernikahan via Facebook.

Yang pertama adalah melalui fitur yang memang disediakan oleh Facebook seperti di bawah ini : yaitu membuat Event di media FB yang memang sudah difasilitasi olh FB

Cara kedua adalah dengan mengunggah hasil scan undangan dan dilakukan penandaan (tagging) pada beberapa teman yang akan diundang ke pernikahan, cara ini sangat praktis, menghemat waktu dan biaya, namun ada nilai etika yang hilang. Pernikahan adalah sesuatu yang bersifat sakral maka ketika mengundang orang harus pula dilakukan dengan rasa khidmat, sebentuk undangan kertas yang diberikan seolah-olah adalah sebuah bukti otentik yang membuktikan bahwa kita telah diundang secara resmi dan terhormat meskipun undangan tersebut akan berakhir dikeranjang sampah atau ganjal meja.

Bagi saya pribadi hal tersebut tidak masalah dan boleh-boleh saja namun dengan prasyarat tertentu, diantaranya adalah teman yang mengundang jaraknya dengan kita terlalu jauh atau bisa jadi dia teman lama yang tidak mengetahui rumah kita. Saya tidak ingin membebaninya harus mengorbankan waktu pentingnya hanya untuk menyampikan undangan secara langsung maupun via pos atau kurir. Namun lain soal jika yang mengundang adalah teman dekat, tetangga atau saudara yang mana hampir setiap hari bertemu muka namun mengundangi pernikahan masih melalui Facebook  maka sudah sewajarnya bila saya tersinggung.

Saran saya jika mengundang via FB, agar kita bisa menghargai orang yang kita undang adalah dengan cara meghubunginya melalui telepon. Saya percaya, hal ini bisa membuat orang yang undang tersebut tergugah hati nya dan bisa membuat mereka hadir dalam pesta pernikahan meskipun presentasinya lebih kecil dibanding mengirim undangan secara fisik. Apalagi yang kita undang itu adalah orang yang lebih tua usianya atau mempunya posisi penting di suatu komunitas / kantor.

Pertanyaan untuk si pengundang alias yang mempunyai hajatan tersebut yaitu “Apakah Anda siap dengan penghitungan alias kalkulasi jumlah makanan dan luas tempat pesta pernikahan tersebut jika yang diundang via FB datang plus yang diundang via kartu undangan fisik?” Jika Anda menjawab “Ah itu urusan nanti” artinya kenyamanan tamu undangan terabaikan.

Selain mengundang melalui media sosial (Fb/Twitter/Fs dll) ada juga yang mengundang via SMS alias pesan singkat. Ini lebih parah lagi, terkesan iklan atau asal-asalan saja.

Hmm.. pada akhirnya pantas dan tidak pantas terkadang bergantung pada kesapakatan yang berlaku dan juga kondisional maka dari itu pandai-pandailah membagi diri antara dunia maya dan dunia nyata, terlalu asyik dengan dunia maya membuat kita anti sosial, namun terlalu anti dengan dunia maya membuat kita bisa ketinggalan jaman.

Tujuh Hal yang Membuat Pria Putuskan Cinta

Ghiboo.com - Ketika Anda telah menjalin hubungan cukup lama dengan pasangan Anda, tentu harapan selanjutnya adalah menuju ke pelaminan. Tapi alangkah kagetnya Anda, ketika tiba-tiba pacar Anda justru memutuskan hubungan, sebagai wanita tentu ini sangat menyakitkan.

Tapi sebelum perasaan sakit bahkan benci merasuk di hati Anda, coba pikirkan kira-kira apa yang membuat kekasih Anda mengambil langkah ekstrim ini. Berikut ada beberapa alasan pria memutuksan hubungan dengan kekasihnya:

Waktunya berakhir

Wanita umumnya berusaha menjaga kesetiaan kepada pasangannya. Namun berbeda dengan pria, mereka cenderung mencari sosok yang betul-betul cocok dan pas untuk dijadikan pasangan hidup. Jika dengan Anda, dia merasa belum pas maka dia akan meninggalkan Anda.

Mereka Menginginkan Pasangan Sempurna

Setiap pria memiliki fantasi masing-masing akan pasangan yang ideal. Banyak pria yang berharap memiliki pasangan yang dapat menerima mereka seutuhnya, mampu menampilkan sisi terbaiknya dan bisa membantunya untuk berkembang. Ketika pria belum menemukannya, mereka akan terus mencari.

Kebiasaan buruk yang tidak dia sukai

Berusahalah untuk memahami karakter pasangan Anda dan kenali apa yang dia sukai atau tidak. Karena banyak pria yang memutuskan pacarnya karena membersihkan gigi di depannya atau berkelakar terlalu berlebihan

Berikan juga perhatian

Sebagai wanita Anda biasanya maunya dituruti, minta ditemani ke salon atau merajuk minta dibeliin ini atau itu. Tapi pernahkah Anda memberikan perhatian balik ketika pacar Anda minta ditemani nonton atau lainnya?

Pria juga cemburu

Pria bukannya makhluk yang tidak punya hati sehingga mereka juga bisa cemburu. Jika Anda orang yang mudah dekat dengan pria lain apakah itu teman kantor, jelaskan kepada pacar Anda kalau kedekatan Anda hanya sebagai teman.

Desakan Keluarga

Hubungan yang Anda jalani bukan hanya antara Anda berdua, melainkan antara dua keluarga. Beberapa pria dipaksa oleh keluarganya untuk memutuskan pacarnya karena keluarganya tidak menyenangi si wanita. Jadi Anda juga harus pandai mengambil hati keluarga pacar Anda. Tunjukkan perhatian kepada keluarganya bahwa Anda juga menyayangi mereka dan Anda senang bersama mereka.

Takut dengan Komitmen

Pria yang takut komitmen sering disalahartikan. Komitmen merupakan suatu hal yang tidak bisa dihindari ketika pria betul-betul ingin membangun hubungan. Tetapi pria menjadi takut berkomitmen karena mereka merasa sudah tidak cocok dengan hubungan yang dijalankan atau tidak merasa nyaman dengan kekasihnya.


Nah, coba Anda pikirkan baik baik sekarang…